------------------------------------- I. Reported by: Eri
Desember 2008: Ide awal adalah Nonton Bersama film Star Trek terbaru. Dengan acara sederhana yang yah, kira-kira cukup diramaikan oleh 200-300 orang saja. Beberapa persiapan kecil dilakukan; pembuatan web page khusus dan rapat kecil dengan kantor perwakilan UIP (United International Pictures) di Jakarta.
Pada akhir bulan April 2009, there was a knock on the door of our humble house; INDOSAT mengajak bekerja sama dalam acara nonton bareng ini sekaligus launching kartu voucher prabayar edisi Star Trek mereka. Gayung pun bersambut. Oleh karena acara nonton bareng ini akan lebih lambat dari pemutaran film ini pertama kali di Indonesia yaitu 10 Juni, maka untuk membuat acara ini menarik, kita adakan di teater IMAX. Ya. acara ini adalah pemutaran film Star Trek pertama pada format IMAX di Indonesia.
Pertemuan intensif dilakukan dengan team dari Indosat dan IGUANA SMS. 563 quota yang disepakati dijual via Indo-StarTrek habis terjual hanya dalam waktu 2 setengah minggu sejak pengumuman acara ini di-publish 17 Mei 2009. Total tiket terjual lebih dari 800 tiket.
Tanggal 14 Juni 2009 adalah hari paling bersejarah bagi Indo-StarTrek, karena diselenggarakannya gathering terbesar bagi fans Star Trek di Indonesia. 847 orang lebih memenuhi Teater IMAX Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah.
Terima kasih kami tujukan kepada seluruh member Indo-StarTrek yang hadir, juga kepada rekan INDOSAT (mas Aditya, mbak Ola, mbak Oni, Ina, dkk.) dan IGUANA SMS (mbak Citra, dkk.) yang sangat asik dalam bekerja sama dan peduli dengan komunitas kita.
Panitia:
Ismanto hadi Saputro: Launching Buku Kumpulan Cerpen Sci-Fi Indonesia, event rundown Coordinator
Erianto Rachman: NonBar Website designer, Ticketing, Indo-StarTrek to INDOSAT Spokesman.
Syaiful Bahri: Media Coordinator, MC Coordinator, Documentation.
Bowo Trahutomo: Indo-Startrek to Media Spokesman, Public Relation.
-------------------------------------
II. Reported by: Syaiful Bahri (Iful)
Film Star Trek The Future Begin (TFB), diluncur dalam dua format, yaitu 35mm untuk bioskop biasa dan 70mm untuk bioskop IMAX DMR. Beruntung dan dengan bangga, indo-startrek dan Indosat memilih format IMAX untuk menggelar acara nonton bareng film Star Trek terbaru yang diputar di Keong Emas TMII.
Keong Emas, satu2nya bioskop IMAX di negri ini, pernah tercatat memiliki layar terbesar untuk se-Asia Pasifik. Namun sejak Australia memilik layar IMAX yang besar, Keong Emas masih tetap terbesar di wilayah Asia Tenggara. Tontonan visual berpresisi tinggi IMAX dapat disaksikan hanya di beberapa negara saja. Ini disampaikan oleh James - trekkies dari Singapura bahwa Star Trek versi IMAX tidak masuk ke negaranya.
Film Star Trek IMAX DMR bukanlah dirancang khusus untuk theater IMAX seperti halnya film IMAX documenter, tetapi kompromi (informasi ttg IMAX DMR dpt dibaca di wiki). Pemilihan sudut pandang kamera dan lensa tidak ada bedanya dengan versi film Star Trek yang diputar di bioskop-bioskop biasa. Sebagian adegan tentu bisa juga dinikmati melalui layar bioskop umumnya dan selanjutnya beberapa gambar/scene jadi berlebihan jika disaksikan di layar IMAX, seperti extreme close-up pada wajah pemain, sehingga terlihat terlalu besar ditonton di IMAX ataupun saat pergeseran kamera (panning) yang cepat. Namun hal yang signifikan berbeda saat menonton Star Trek di IMAX adalah tingkat kedetilan visual yang akurat.
Dengan layar berukuran (kurang-lebih) lebar 23 m x tinggi 19 m, bagi penoton yg sudah lama tidak berkunjung ke Keong Emas atau yg belum pernah sama sekali, akan merasakan sensasi visual yang heboh dan tidak terlupakan. Ketika sepeda motor melintas dari kiri ke kanan, di bioskop biasa hanya cukup melirikan mata saja. Sedangkan di layar gigantik IMAX (Image Maximum eXperience), sepeda motor milik James T. Kirk yang sedang melintas tidak cukup dilihat dengan lirikan mata saja tetapi diikuti leher yang menoleh, tutur Puruhito. Disamping itu, penonton bisa leluasa melihat detil setiap Sudut-sudut panel anjungan kapal ruang angkasa ataupun melihat dengan puas detil-detil exterior pesawat, landscape planet dan keluasan antariksa.
Sensasi tersebut tidak bisa didapatkan di bioskop biasa walaupun dilihat dari barisan kursi terdepan. Film celluloid 70mm dan projector IMAX adalah peralatan film analog saat ini yg memiliki tingkat presisi dan keakuratan tinggi sehingga tetap asyik dan nyaman melihat rinci-rinci gambar pada layar besar, bahkan dilihat dengan jarak dekat. Ini saya coba sendiri saat nonton bareng film Star Trek TFB dengan duduk di baris ke dua dari layar IMAX. Tulisan/Logo Star Trek, panel-panel pesawat, motif seragam armada bintang (starfleet) ataupun ekspresi raut muka pemain film sangat tegas tajam terlihat. Bahkan tidak terlihat sedikitpun ada detil gambar yang bergetar (vibrasi halus - hal yg sering terlihat di bioskop biasa jika kita menonton di kursi baris terdepan).
Terkesima melihat sensasi gambar yang tidak biasa besarnya, hal ini agaknya membuat beberapa penonton sedikit ketinggalan dalam menyimak cerita film, apalagi harus membaca text (subtitle) yang berada di bawah bingkai gambar. Copy film Star Trek TFB versi IMAX yang diputar di keong emas adalah roll film IMAX yang utuh tanpa boleh dibubuhi text dan juga tanpa terpotong sedikitpun. Sehingga durasi film ini sama persis seperti yang diputar di negeri asalnya - Amerika. Lebih lanjut, proyektor IMAX di Keong Emas sudah memakai sistem gulungan film 'close-loop', yaitu ujung awal dan akhir pita celuloid menjadi satu atau bertemu. Alhasil, tidak perlu proses "rewind" untuk pertunjukan berikutnya atau pertunjukan film tidak pernah terinterupsi sekian frame karena tidak perlu lagi pergantian roll film, jelas Pak Aditya, pengurus senior Keong Emas.
-------------------------------------
III. Reported by: Bowo T. Kirk
Hari Minggu, pukul 14 Juni 2009 jam.07.00 wib terlihat kesibukan yang tidak biasa di Teater Imax, Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah.
Pagi-pagi benar, telah terlihat pelataran lobby teater Imax ramai dipenuhi para pencinta Star Trek yang berkumpul meramaikan acara Nonton Bareng terbesar yang pernah diadakan oleh komunitas Indo-Startrek sejak berdirinya di tahun 1995. Inilah acara paling akbar yang pernah digelar oleh para pencinta Star Trek di tanah air. Acara ini di sponsori oleh perusahaan jaringan komunikasi seluler terbesar di Indonesia yaitu INDOSAT.
Sejarah cukup panjang dalam mempersiapkan acara ini. Sejak tahun 2008, beberapa rekan Indo-Startrek telah berkumpul dan mempersiapkan diri melakukan pendekatan ke PT. Camila Internusa yaitu jaringan bioskop Cineplex 21 untuk melakukan penjajagan kerjasama mensukseskan film STAR TREK terbaru yang akan diluncurkan bulan Mei 2009. Setelah dicoba memberikan proposal akhirnya gayung bersambut ketika INDOSAT merencanakan akan meluncurkan voucher edisi khusus Star Trek. Hanya dalam waktu dua minggu, 600 tiket telah terjual habis dan masih menyisakan 150 waiting list yang menunggu untuk mengikuti acara Nonton Bareng film Fiksi Ilmiah terbesar di Indonesia ini.
Teater Imax Keong Emas di TMII menjadi saksi kebesaran acara ini, dimana 800 orang lebih berkumpul sejak pagi hari yang cukup membuat sibuk para panitya baik dari Indosat maupun Indo-Startrek dalam menyambut para tamu yang sangat antusias sekali meramaikan acara ini. Teman-teman trekkies dari Bandung dengan di komandani kang Budis dengan dua buah kendaraan ber konvoi sejak pukul 04.30 pagi menuju ke Taman Mini terlihat semangat yang sangat menyala-nyala dan tidak nampak kelelahan di mata para rekan-rekan dari Bandung ini.
Para hadirin ketika memasuki Teater disambut dengan rangkaian film pendek iklan Indosat dan film pendek sejarah Indo-Startrek yang menampilkan lagu soundtrack film seri TV Star Trek: ENTERPRISE yaitu Faith of the Heart.
Acara dipandu oleh rekan kita Ogie Subagyo yang bertugas sebagai M.C., acara di awali dengan peluncuran voucher edisi khusus STAR TREK dan kemudian dilanjutkan dengan dipanggilnya ke-lima orang pengurus Indo-Startrek ke panggung yaitu Manto, Syaiful, Eri, Akhmad dan Bowo untuk memperkenalkan mengenai Indo-Startrek. Kemudian kemeriahan acara semakin semarak, ketika para penonton yang menggunakan uniform bernuansa Star Trek dipanggil ke depan dan dilakukan pemilihan penonton yang menggunakan uniform terbaik yang paling mendekati uniform dalam film Star Trek: The Future Begins ini.
Acara berjalan dengan sangat meriah sekali karena antusiasme setiap penonton yang hadir. Ketika film dimulai atmosfer benar-benar terasa berbeda. Setiap adegan ditanggapi penonton dengan cara yang sangat meriah, entah dengan bersorak, bertepuk tangan, dan tertawa-tawa menyambut setiap adegan yang disajikan. Rekan-rekan kita dari Singapura yaitu James dan Arifin yang hadir khusus meramaikan acara ini mengatakan bahwa penonton Indonesia adalah yang paling menghargai film ini dan membuat suasana sangat hidup. Mereka mengatakan, kalau di Malaysia dan Singapura, penonton cenderung menikmati dengan berdiam diri saja tanpa terlalu banyak tertawa-tawa dan bertepuk tangan.
Ketika film selesai diputar, kami semua diminta para penonton berdiri di red carpet untuk berfoto-foto bersama dengan para penonton, wah serasa jadi selebritis. Belum selesai sesi foto bersama, para wartawan tidak sabar mengambil gambar dan melakukan wawancara dengan para pengurus Indo-Startrek. Kami mencatat tidak kurang dari 12 media yang hadir baik dari media elektronik maupun media cetak hadir dalam acara ini untuk memeriahkan acara Nonton Bareng Star Trek ini.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 wib sehingga kami menjadi lapar dan harus meninggalkan teater Imax Keong Emas. Semua terlihat puas, senang, walau lelah namun senyum tetap tersungging mengiringi kepulangan kami semua. Banyak sekali teman-teman baru dan kami yakin acara ini menjadi milestones penting dalam keberadaan komunitas pencinta Star Trek di tanah air.